Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Hujan di bulan Juni πŸ’¦πŸ’¦☔πŸ’¦πŸ’¦

Gambar
  "Di luar hujan masih awet, jangan lupa bangun              dari lamunan, sebab hujan tak pernah                       ramah bagi kenangan"  a ku belum juga terlelap padahal malam sudah semakin larut, dan hujan pun semakin deras.  Hujan memang yang paling ahli membawa pulang kenangan.  Bukalah telinga mu dan dengar kan dengan baik,  Apakah kau bisa menghitung nya?  Tentu saja tidak kan !  Itu terlalu banyak untuk di hitung ,s eperti itulah hal nya kenangan yang di pelentarakan lewat rintik ny air hujan, yang menari- nari  begitu indah di ruang ingatan.  Aku ingin berteriak sekeras mungkin untuk melepas segala kegundahan ini.  Namun bayang bayang mu semakin nyata mampir di ruang pikiran,mungkin aku begitu banyak merindui mu.  Kamu hidup begitu indah dalam segala kenangan, padahal sebenarnya aku sudah lama ingin mengikis nya agar se...

biawak sungai

Gambar
"Jadilah pria sejati yang memiliki satu wanita" Dulu sa ya sering berpikir saat kisah cinta kandas.  mungkin saja tidak jodoh,  Atau pemilik alam dan semesta yang tidak merestui.  Namun pada kenyataannya,  para biawak-biawak sungai ini saja yang terlalu rakus. Rasa yang di miliki nya begitu serakah,  sehingga membuat nya lupa akan yang namanya bersyukur.  Ntah" Sudah berapa banyak perasaan wanita , yang sudah di porak-poranda kan oleh mu.  Hati wanita-wanita anggun, yang kau sanjung-sanjung sampe ke langit ke -7.  Jelas sekali kau tak sanggup menahan rasa mu, yang begitu angkuh itu agar apa yang jadi ingin mu bisa segera kau miliki.  Hmmmm" Sayang nya mereka terlalu polos,  Tergoda dengan gombalan bibir manis mu,  yang penuh dengan basa-basi busuk itu.  Dasar kamu biawak sungai.  Kamu bisa seenaknya, mempermainkan banyak hati wanita.  Tak apa,  Lanjutkan saja niat mu itu.  Mungkin itu satu keban...

hatiku yang patah..

Gambar
Lalu kemudian Musim panas, musim dingin, musim gugur, dan musim semi sudah beberapa kali berganti. Aku tak menghitung sudah berapa kali purnama berlalu,  sejak kau ucap salam pisah. Aku masih tetap berada di kisah yang enggan basi. Aku masih memunguti segala rindu rindu yang masih beterbangan di ruang kepala. Aku masih menyeka lembut kedua bola mata ku, saat isak tangis ku yang ku tahan di pelupuk mataku, agar wajah ku tetap terlihat ceria. Masih jelas ku ingat kala itu Kita belum jua sampe ke tujuan mendaki gunung berdua,  Namun kamu sudah mengingkari janji yang kita ikat di sepertiga malam.  Kita sudah pernah berbisik terlalu jujur pada langit yang bertaburan beribu ribu bintang.  Rembulan kali itu tak ingin ketinggalan, ikut mengambil peran sebagai saksi yang paling romantis. Kita sama sama meneriakkan pada pemilik alam dan semesta,  Sekalipun jarak membentang aku dan kamu akan tetap satu genggaman. Namun di tengah perjuangan kau melepaskan genggaman tangan k...