Hujan di bulan Juni πŸ’¦πŸ’¦☔πŸ’¦πŸ’¦

  "Di luar hujan masih awet, jangan lupa bangun              dari lamunan, sebab hujan tak pernah 
                     ramah bagi kenangan" aku belum juga terlelap padahal malam sudah semakin larut, dan hujan pun semakin deras. 
Hujan memang yang paling ahli membawa pulang kenangan. 
Bukalah telinga mu dan dengar kan dengan baik, 
Apakah kau bisa menghitung nya? 
Tentu saja tidak kan ! 
Itu terlalu banyak untuk di hitung,seperti itulah hal nya kenangan yang di pelentarakan lewat rintik ny air hujan, yang menari- nari  begitu indah di ruang ingatan. 
Aku ingin berteriak sekeras mungkin untuk melepas segala kegundahan ini. 
Namun bayang bayang mu semakin nyata mampir di ruang pikiran,mungkin aku begitu banyak merindui mu. 
Kamu hidup begitu indah dalam segala kenangan, padahal sebenarnya aku sudah lama ingin mengikis nya agar segera pupus. 
Aku begitu menyukai hujan. 
Sekalipun itu sering  membawa ku kembali pada kisah kita, dan hanya saat hujan saja aku mengenang mu dengan romantis nya.
" Akhhh"
Seharusnya aku biarkan saja hujan turun dengan semata-mata air nya yang semakin deras, dan tak seharus nya aku mendengar lagu lagu galau saat hujan seperti ini.
Karna itu sama sekali tidak akan bisa meredam dan menghapus segala kenangan. 
Seharusnya tak perlu ku bumbui kenangan dengan rindu. 
Malah aku semakin menodai isi kepala ku,dengan mengingat ingat segala sesuatu yang seharus nya sudah ku buang jauh jauh hari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

hatiku yang patah..

biawak sungai